Salam alaikum
Salam kenal dan terimakasih untuk tulisannya tentang pare, saya jadi teringat masa2 sewaktu tinggal dan mencoba untuk mengenal bahasa Iggris. Memang semasa di bangku SMA bahasa Iggris bukanlah pelajaran favorit saya, karena saya sendiri tidak punya pelajaran yang saya favoritkan alias pelajar asal masuk sekolah.
Tapi sewaktu di pare/ di BEC saya jadi terbawa untuk ingin bisa berbahasa asing dan Alhamdulillah dg hasil pas-pasan saya menerima jg sertifikat dan berbahasa Inggris.
Kota pare memang menurut saya panas di banding kampung halaman saya ( Bogor ) mungkin panasnya sama seperti yang saya alami di Kingdom Of Saudi Arabia dan Kingdom Of Bahrain. Apalagi di banding dengan dimana saya berdomisili sekarang (TRIER, GERMANY) yang lagi musim dingin.
Tapi klo inget di malam minggu bawa pacar pake SEPEDA ONTEL ke GARUDA PARK dan makan bakar jagung disana atau ngobrol di cafe tetap pare dan BEC berkenan di hati….
there is alot to cherish…
THANK U
DANKE
GRACIAS
GRAZIE
MERCI
SYUKRON
SALAMAT
HATUR NUHUN
TERIMAKASIH
TO BEC AND PARE
–Sopyan Abdillah–
Recent Comments