Bahasa Belanda saya lebih baik sekarang :)

28 05 2007

Ass wr.wb

Wah menarik juga mbaca kisah tentang BEC pare , saya juga pernah belajar di BEC en sempat juga di ajar oleh mr.Kalend , Mr.Ramsyah dll. klu nggak salah th 1993 saya lulus BEC dan dapat ijasah tentunya berkat bahasa saya yg saat itu lumayan bisa ngomong english masuklah ke AKPER en nyasar sekarang kerja di belanda dan sayang saat ini bahasa belanda saya lebih baek khan dr bhs englishnya he he he he …tapi bener i love very much BEC .

Tolong dech yg sempat baca en tahu alamat/site/tel nya BEC pare kasih info ke : Hkurniawan99@yahoo.com. habis dah lama sekali nggak kontak sama bec

wassalam , heri





Pare sepanas Arab dan Bahrain!

28 05 2007

Salam alaikum

Salam kenal dan terimakasih untuk tulisannya tentang pare, saya jadi teringat masa2 sewaktu tinggal dan mencoba untuk mengenal bahasa Iggris. Memang semasa di bangku SMA bahasa Iggris bukanlah pelajaran favorit saya, karena saya sendiri tidak punya pelajaran yang saya favoritkan alias pelajar asal masuk sekolah.

Tapi sewaktu di pare/ di BEC saya jadi terbawa untuk ingin bisa berbahasa asing dan Alhamdulillah dg hasil pas-pasan saya menerima jg sertifikat dan berbahasa Inggris.
Kota pare memang menurut saya panas di banding kampung halaman saya ( Bogor ) mungkin panasnya sama seperti yang saya alami di Kingdom Of Saudi Arabia dan Kingdom Of Bahrain. Apalagi di banding dengan dimana saya berdomisili sekarang (TRIER, GERMANY) yang lagi musim dingin. Read the rest of this entry »





Metode Pare untuk Skripsi

28 05 2007

Terimakasih dah nulis ttg Pare, aku pikir ini sangat membantu buat temen-temen yang ingin belajar Bahasa Inggris secara serius. Saya Miftahul Huda, Mahasiswa UIN Jakarta, saya tinggal di Ciputat, sebagai bahan skripsi saya akan menulis tentang pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode Pare. Aku pikir perlu ada jembatan antara dunia pendidikan formal dengan non formal atau kursusan.

Pare kini menjadi alternatif lembaga pendidikan untuk mengembangkan sumberdaya manusia Indonesia ditengah gagalnya pendidikan formal dalam pengajaran Bahasa Inggris, 6 tahun minimal kita belajar Bahasa Inggris tapi hasilnya sama sekali tidak bisa dirasakan? di Jakarta atau di kota-kota besar lainya kian banyak muncul kursus dengan harga yang sangat bersaing.

Tapi di pare, dengan harga yang sangat terjangkau masyarakat luas bisa mengaksesnya dan jauh dari komersialisasi pendidikan.

Terimakasih, HUDA





Bikin kegiatan seni-budaya yuk!

28 05 2007

I’m Nafis, but some friends in Pare call me Bejo. That Pare is really wonderfull place to study english more, I don’t wanna tell you anymore (I believe you know well about it). but what you did on the cyber is really interested for me. so please go on telling everyone in the world about Pare.

We, some friends and I, try to make a community in Pare. it’s all about studies of religion, culture, education and others. we started it last august. we have made ‘Parade Seni dan Budaya’ , ‘Tadarus Puisi’ , ‘komunitas budaya’ and many other things. If you need more information about our community, tell us in : akunafis@yahoo.com or jeparasclub@yahoo.com.
thanks a lot
wassalam





Banyak anak Pare jadi pengajar…

28 05 2007

Dear,
Maaf, bolehkah saya tahu nama anda yang menulis artikel ini? Dan dari manakah berasal? Saya sangat berharap sekali saudara sudi menjawab. Dan apakah saudara dulu juga pernah tinggal atau kursus di PAre? Tepatnya di kursusan mana? Saya merasa terkesan sekali dg artikel yg saudara tulis yang mana menceritakan tentang Pare dari sudut Kursusnya dg apa adanya.

Saya dulu adalah salah satu Staff pengajar di EECC yang mana juga Cabang dari BEC. Akan tetapi sejak tahun 2001 saya ditugaskan di Kudus dan selanjutnya di Jombang. otomatis sejak itu saya tak pernah lagi mengajar di EECC. Read the rest of this entry »